Cara Kerja Obat Dexamethasone Tablet

Desametason atau Dexamethasone merupakan obat kortikosteroid yang diresepkan sebagai obat semprot yang berguna untuk mengatasi alergi rinitis (alergi akibat serbuk bunga), atau juga diresepkan sebagai tetes mata untuk mengobati iritis (inflamasi iris) dan otitis eksterna (infeksi telinga bagian luar). Desametason juga diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikan untuk mengobati asma dan berbagai penyakit inflamasi lainnya, dan mengurangi inflamasi otak sebagai akibat dari luka kepala, stroke, atau tumor otak. Desametason juga disuntikkan untuk mengobati osteoartritis. Desametason yang disemprot dapat menyebabkan pendarahan pada hidung; tetes mata dapat menyebabkan iritasi pada mata. Penggunaan pada waktu lama atau dosis tinggi pada bentuk tablet dapat menyebabkan efek samping. 


Komposisi:
Tiap tablet mengandung Deksamethasone 0,5 mg.

Cara Kerja Obat:
Deksamethasone adalah glukokortikoid sintetik dengan aktivitas imunosupresan dan anti-inflamasi. Sebagai imunosupresan Deksamethasone bekerja dengan menurunkan respon imun tubuh terhadap stimulasi rangsang. Aktivitas anti-inflamasi Deksamethasone dengan jalan menekan atau mencegah respon jaringan terhadap proses inflamasi dan menghambat akumulasi sel yang mengalami inflamasi, termasuk makrofag dan leukosit pada tempat inflamasi.
Cara Kerja Obat Dexamethasone Tablet

Indikasi:
  • Deksamethasone digunakan sebagai imunosupresan/antialergi, anti-inflamasi pada keadaan-keadaan yang memerlukan terapi dengan glukokortikoid : Reaksi alergi, seperti asma bronkial, dermatitis atopik, alergi obat, rinitis alergi.
  • Gangguan kolagen, seperti reumatik, karditis akut, lupus eritematosus sistemik.
  • Reumatik, seperti rematoid arthritis, ankilosing spondilitis, arthritis gout akut. Gangguan dermatologik, seperti eksim, neurodermatitis, pemfigus.
  • Alergi dan inflamasi akut dan kronik pada mata, seperti konjungtivitis, keratitis, neuritis optik.
  • Gangguan pernafasan, seperti gejala-gejala sarkoidosis, pneumonitis. Gangguan hematologik, seperti trombositopenia, eritoblastopenia.
  • Gangguan neoplastik, seperti leukemia, limfoma.
  • Gangguan gastrointestinal, seperti kolitis, enteritis.
  • Edema serebral.
 Dosis:
  • Dewasa : Oral : 0.5 mg - 10 mg per hari (rata-rata 1.5 mg - 3 mg per hari)
  • Anak : 0.08 mg - 0.3 mg/kg berat badan/perhari dibagi dalam 3 atau 4 dosis.
Peringatan dan Perhatian:
  • Kekurangan adrenocotical sekunder yang disebabkan oleh pengobatan dapat dikurangi dengan mengurangi dosis secara bertahap.
  • Ada penambahan efek Corticosteroid pada penderita dengan hypothyroidism dan chirrhosis.
Efek Samping:
  • Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek katabolik steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis dan penghambatan pertumbuhan anak.
  • Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila dibandingkan dengan beberapa glucocorticoid lainnya.
  • Penambahan nafsu makan dan berat badan lebih sering terjadi.
Kontraindikasi:
  • Dexamethasone tidak boleh diberikan pada penderita herpes simplex pada mata; tuberkulose aktif, peptio ulcer aktif atau psikosis kecuali dapat menguntungkan penderita.
  • Jangan diberikan pada wanita hamil karena akan terjadi hypoadrenalism pada bayi yang dikandungnya atau diberikan dengan dosis yang serendah-rendahnya.

Subscribe to receive free email updates: