DOSIS OBAT ORADEXON Tablet (Dexamethasone / Deksametason)

ORADEXON
Tablet, Suntik
(Dexamethasone / Deksametason)
Manfaat, Kegunaan, Penggunaan, Fungsi, Kandungan, Indikasi, Dosis, Efek Samping

Obat Generik : Dexamethasone / Deksametason
Obat Bermerek : Camidexon, Corsona, Cortidex, Dexa-M, Etason, Indexon, Kalmethasone, Lanadexon, Licodexon, Molacort, Nufadex M, Oradexon, Pycameth, Scandexon,

KOMPOSISI / KANDUNGAN
Oradexon Tablet
Tiap tablet mengandung Dexamethasone 0,5 mg.

Oradexon Injeksi
Tiap 1 ml mengandung Dexamethasone 5 mg.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Dexamethasone merupakan adrenokortikosteroid sintetik yang mempunyai efek glukokortikoid dan mempunyai aktifitas antiinflamasi, anti alergi, hormonal, dan efek metabolik. Pada tingkat molekular, dexamethasone terdifusi menembus membran sel dimana molekulnya akan membentuk kompleks steroid-reseptor dengan reseptor protein dan mempengaruhi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari sintesa protein.
DOSIS OBAT ORADEXON Tablet (Dexamethasone / Deksametason)
DOSIS OBAT ORADEXON Tablet (Dexamethasone / Deksametason)

Baca Juga Dosis Obat Lainnya :
  1. OSTEOCARE (Kalsium, Magnesium, Seng, dan Vitamin D3)
  2. OTOLIN Tetes Telinga (Chloramphenicol, Polymyxin B. Sulphate, Benzocaine, Nipagin)
  3. OTOPAIN Obat Tetes Telinga
  4. OXOFERIN Solution, KEGUNAAN & DOSIS
  5. PANADOL BIRU (Paracetamol/Parasetamol)
  6. PANADOL EXTRA (Paracetamol/Parasetamol dan Caffeine)
INDIKASI / KEGUNAAN
  • Kelainan-kelainan endokrin.
  • Rematik. Sebagai terapi tambahan jangka pendek, misalnya pada rheumatoid arthritis, ankilosing spondilitis.
  • Penyakit kolagen. Saat terjadi eksaserbasi atau sebagai terapi pemeliharaan pada systemic lupus erythematosus, acute rheumatic carditis.
  • Penyakit dermatologis/penyakit kulit.
  • Keadaan alergi. Untuk mengontrol keadaan alergi berat yang sulit diatasi dengan pengobatan konvensional, seperti pada asma bronkial, dermatitis kontak.
  • Kelaianan hematologi.
  • Penyakit neoplastik.
KONTRAINDIKASI
Untuk pengobatan sistemik, Oradexon jangan diberikan kepada :
  • Tukak lambung dan duodenum,
  • Infeksi jamur sistemik,
  • Infeksi virus tertentu, misalnya varisela dan infeksi herpes genitalis,
  • Glaukoma,
  • Hipersensitivitas terhadap glukokortikoid, atau
  • Hipersensitivitas terhadap dexamethasone.
Untuk pengobatan topikal, Oradexon jangan diberikan kepada :
  • Infeksi pada tempat yang bersangkutan, misalnya artritis septik akibat gonore atau tuberkulosis.
  • Bakteremia dan infeksi jamur sistemik.
  • Instabilitas sendi.
  • Hipersensitivitas terhadap glukokortikoid.
DOSIS DAN ATURAN PAKAI
Tanyakan kepada dokter anda mengenai dosis dan aturan pakai Oradexon. Dosis yang lazim diberikan oleh dokter pada pasien dewasa adalah 0,5 – 10 mg per hari. Dosis Oradexon disesuaikan dengan ringan beratnya suatu penyakit.

EFEK SAMPING
Efek samping yang berhubungan dengan terapi glukokortikoid sistemik jangka panjang, tidak akan terjadi bila dosis tinggi diberikan dalam jangka waktu pendek. Akan tetapi kadang-kadang dapat terjadi ulserasi lambung dan duodenum, dengan kemungkinan perforasi dan perdarahan.

Efek samping berikut dikaitkan dengan terapi glukokortikoid sistemik jangka panjang :
  • Gangguan endokrin dan metabolik : sindroma mirip-Cushing, hirsutisme, haid tidak teratur, penutupan epifisis dini, tidak tanggapnya adrenokortikal dan hipofisa (sekunder), menurunnya toleransi glukosa, keseimbangan nitrogen dan kalsium yang negatif.
  • Gangguan cairan dan elektrolit : retensi natrium dan cairan, hipertensi, hilangnya kalium, alkalosis hipokalemia.
  • Efek otot dan tulang : miopati, distensi abdominal, osteoporosis, nekrosis aseptik dari kaput femoral dan humeral.
  • Gangguan saluran pencernaan : ulkus, perforasi, dan perdarahan lambung dan duodenum.
  • Efek dermatologik / kulit : menghalangi penyembuhan luka, atropi kulit, stiae, petekie, dan ekimosis, memar, eritema fasial, bertambahnya keringa, akne.
  • Efek susunan saraf pusat : gangguan psikis, konvulsi, pseudotumor serebri disertai muntah-muntah dan papiledema.
  • Efek pada mata : glaukoma, meningkatnya tekanan intraokular, katarak subkapsular posterior.
  • Efek penekanan sistem daya tahan tubuh : meningkatnya kerentanan terhadap infeksi, menurunnya respon terhadap vaksinasi dan tes kulit.
Kadang-kadang dapat terjadi reaksi hipersensitivitas terhadap Oradexon.

Rasa terbakar atau gatal yang sementara, terutama pada daerah perineal dapat terjadi setelah penyuntikan intravena kortikosteroid fosfat dosis besar.

Efek samping lokal meliputi “flare” pasca suntikan dan destruksi sendi tanpa terasa sakit yang mengingatkan kepada artropati Charcot, terutama dengan suntikan intra-artikular berulang.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • Terapi glukokortikoid ada terapi nonspesifik, dapat menekan gejala dan tanda-tanda penyakit dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Bila perlu terapi glukokortikoid harus disertai dengan terapi antibiotik yang tepat, misal pada tuberkulosis, dan infeksi virus dan jamur pada mata.
  • Hati-hati pemberian glukokortikoid pada penderita : gagal jantung laten atau jelas, osteoporosis, riwayat psikotik, tuberkulosis laten, infeksi parasit tertentu seperti amubiasis, kehamilan, ibu menyusui, yang mendapatkan live vaccines, pertumbuhan statural yang belum sempurna (pada anak-anak). Pada penderita tersebut, kondisi penderita harus dimonitor.
INTERAKSI OBAT
  • Diuretika
  • Glukosida jantung
  • Antidiabetik
  • Obat-obat antiinflamasi non-steroid
  • Antikoagulan oral
  • Rifampisisn, efedrin, barbiturat, fenitoin, pirimidon
  • Salisilat
KEMASAN
Oradexon tablet 0,5 mg.
Oradexon injeksi, dus, 100 ampul @ 1 ml.

KETERANGAN
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

Subscribe to receive free email updates: