-->

Dosis Obat METOCLOPRAMIDE HCL Tablet

METOCLOPRAMIDE HCL
Tablet
(Metoclopramide HCl)

Nama Obat Generik : Metoclopramide HCl / Metoklopramida HCl
Nama Obat Bermerek : Clopramel, Damaben, Emeran, Ethiferan, Gavistal, Lexapram, Mepramide, Metolon, Nilatika, Nofoklam, Normastin, Norvom, Obteran, Opram, Piralen, Plasil, Praminal, Primperan, Raclonid, Reguloop, Sotatic, Timovit, Tomit, Vertivom, Vilapon, Vomiles, Vomipram, Vomitrol.

KOMPOSISI / KANDUNGAN
Tiap Tiap tablet mengandung Metoklopramida HCl 10 mg.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Cara kerja dari metoklopramida pada saluran pencernaan bagian atas mirip dengan obat kolinergik, tetapi tidak seperti obat koliergik, metoklopramida tidak dapat menstimulasi sekresi dari lambung, empedu atau pankreas, dan tidak dapat mempengaruhi konsentrasi gastrin serum.

Cara kerja dari obat ini tidak jelas, kemungkinan bekerja pada jaringan yang peka terhadap asetilkolin. Efek dari metoklopramida pada motilitas usus tidak tergantung pada persarafan nervus vagus, tetapi dihambat oleh obat-obat antikolinergik.
Dosis Obat METOCLOPRAMIDE HCL Tablet
Dosis Obat METOCLOPRAMIDE HCL Tablet.

Baca Juga Dosis Obat Lainnya :
  1. Dosis Obat METRONIDAZOLE Tablet, Sirup
  2. Dosis Obat Mextril Tablet dan Sirup
  3. Dosis Obat MUCOPECT (Ambroxol Hydrochloride)
  4. DOSIS OBAT MYCO-Z Salep (Nystatin dan Zinc Oxide)
  5. Dosis Obat MYLANTA Antasid Obat Maag
  6. DOSIS OBAT NAPREX Drops, Sirup (Parasetamol)
Metoklopramida dapat meningkatkan tonus dan amplitudo pada kontraksi lambung (terutama pada bagian antrum), merelaksasi sfingter pilorus dan bulbus duodenum, serta meningkatkan paristaltik dari duodenum dan jejunum sehingga dapat mempercepat pengosongan lambung dan usus.

Mekanisme yang pasti dari sifat antiemetik/antimuntah metoklopramida tidak jelas, tapi mempengaruhi secara langsung CTZ (Chemoreceptor Trigger Zone) medula yaitu dengan menghambat reseptor dopamin pada CTZ. Metoklopramida meningkatkan ambang rangsang CTZ dan menurunkan sensitivitas saraf visceral yang membawa impuls saraf aferen dari gastrointestinal ke pusat muntah pada formatio reticularis lateralis.

INDIKASI / KEGUNAAN
Indikasi Metoklopramida adalah :
  • Untuk meringankan (mengurangi simptom diabetik gastroparesis akut dan yang kambuh kembali).
  • Juga digunakan untuk menanggulangi mual, muntah metabolik karena obat sesudah operasi.
  • Rasa terbakar yang berhubungan dengan refluks esofagitis.
  • Tidak untuk mencegah motion sickness.
KONTRAINDIKASI
Kontraindikasi Metoklopramida adalah :
  • Penderita gastrointestinal hemorrhage, obstruksi mekanik atau perforasi.
  • Penderita pheochromocytoma.
  • Penderita yang sensitif atau alergi terhadap obat ini.
  • Penderita epilepsi atau pasien yang menerima obat-obat yang dapat menyebabkan reaksi ekstrapiramidal.
DOSIS DAN ATURAN PAKAI
Tanyakan kepada dokter anda mengenai dosis Metoklopramida HCl baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Dosis yang umum :
  • Dewasa : sehari 3 kali ½ – 1 tablet (1 tablet = 10 mg)
  • Anak-anak usia 5-14 tahun : sehari 3 kali ¼ – ½ tablet (1 tablet = 10 mg)
Diberikan 30 menit sebelum makan dan waktu mau tidur.
Atau menurut petunjuk dokter.

EFEK SAMPING
Berikut ini efek samping Metoklopramida HCl yang dapat terjadi :
  • Efek SSP: kegelisahan, kantuk, kelelahan dan kelemahan.
  • Reaksi ekstrapiramidal: reaksi distonik akut.
  • Gangguan endokrin: galaktore, amenore, ginekomastia, impoten sekunder, hiperprolaktinemia.
  • Efek pada kardiovaskular: hipotensi, hipertensi supraventrikular, takikardia dan bradikardia.
  • Efek pada gastrointestinal: mual dan gangguan perut terutama diare.
  • Efek pada hati: hepatotoksisitas.
  • Efek pada ginjal: sering buang air, inkontinensi.
  • Efek pada hematologik: neutropenia, leukopenia, agranulositosis.
  • Reaksi alergi: gatal-gatal, urtikaria dan bronkospasme khususnya penderita asma.
  • Efek lain: gangguan penglihatan, porfiria, Neuroleptic Malignant Syndrome (NMS).
OVER DOSIS
Gejala yang timbul: kegelisahan, disorientasi dan reaksi ekstrapiramidal.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • Metoklorpamida HCl sebaiknya tidak diberikan pada trimester pertama kehamilan karena belum terbukti keamanannya.
  • Metoklorpramida tidak boleh diberikan bersama dengan obat golongan fenotiazina di mana akan timbul gejala ekstrapiramidal.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap prokain dan prokainamida kemungkinan juga hipersensitif terhadap Metoclopramide HCl.
  • Dosis Metoklopramida HCl harap dikurangi pada penderita dengan gangguan renal karena dapat meningkatkan gejala ekstrapiramidal.
  • Hati-hati bila Metoklopramide diberikan pada orang lanjut usia dan anak kecil.
  • Hati-hati pemakaian Metoklopramide pada ibu menyusui dan pasien yang membutuhkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitasnya seperti mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
INTERAKSI OBAT
  • Efek Metoclopramide HCl pada motilitas gastrointestinal diantagonis oleh obat-obat antikolinergik dan analgesik narkotik.
  • Efek aditif dapat terjadi bila metoklopramida diberikan bersama dengan alkohol, hipnotik, sedatif, narkotika atau tranquilizer.
  • Absorpsi obat tertentu pada lambung dapat dihambat oleh metoklopramida misalnya digoksin.
  • Kecepatan absorpsi obat pada small bowel dapat meningkat dengan adanya metoklopramida misalnya: asetaminofen, tetrasiklin, levodopa, etanol dan siklosporin.
  • Metoklopramida akan mempengaruhi pengosongan makanan dalam lambung ke dalam usus menjadi lebih lambat sehingga absorpsi makanan berkurang dan menimbulkan hipoglikemia pada pasien diabetes. Oleh karenanya perlu pengaturan dosis dan waktu pemberian insulin dengan tepat.
KEMASAN
Metoclopramide HCl 5 mg, Kotak, 10 strip x 10 tablet.
Metoclopramide HCl 10 mg, Kotak, 10 strip x 10 tablet.

KETERANGAN
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Simpan di tempat kering dan sejuk, terlindung dari cahaya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
PT. Dexa-Medica
Sumber : Brosur Obat Metoclorpramide HCl

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel