DOSIS OBAT DULCOLACTOL (Lactulosa)

DULCOLACTOL
Sirup
(Lactulosa)

Penyakit Terkait : Konstipasi, Susah Buang Air Besar Pada Anak dan Bayi

KOMPOSISI / KANDUNGAN
Tiap 15 ml Dulcolactol mengandung Laktulosa 10 gram.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Dulcolactol mengandung zat aktif laktulosa yang bekerja membuat suasana asam di usus, sehingga memudahkan buang air besar. Laktulosa tidak diabsorbsi di saluran pencernaan dan tidak ada enzim di saluran cerna yang dapat menghidrolis disakarida ini. Sebagai hasilnya laktulosa tidak diubah sampai ke usus besar. Di usus besar laktulosa terutama dipecah menjadi asam laktat dan sejumlah kecil asam format dan asam asetat oleh kerja bakteri yang ada di dalam usus besar, yang mengakibatkan meningkatnya tekanan osmosis dan membuat suasana di usus besar sedikit asam. Hal ini menyebabkan meningkatnya kandungan air dalam feses sehingga feses menjadi lunak.

INDIKASI / KEGUNAAN
Indikasi Dulcolactol adalah :
  • Untuk pengobatan konstipasi atau susah buang air besar, pada pasien dengan konstipasi kronis.
  • “Portal-systemic encephalopathy”, termasuk keadaan pre-koma hepatik dan koma hepatik.
KONTRAINDIKASI
Dulcolactol jangan diberikan kepada :
  • Penderita yang hipersensitif terhadap laktulosa,
  • Penderita dengan obstruksi intestinal/penyumbatan saluran pencernaan, dan
  • Penderita galaktosemia.
DOSIS OBAT DULCOLACTOL  (Lactulosa)
DOSIS OBAT DULCOLACTOL  (Lactulosa)

Baca Juga Dosis Obat Lainnya :
  1. Dosis Obat DUMIN Supositoria (Paracetamol)
  2. DOSIS OBAT ELKANA Tablet (Multivitamin dan Mineral)
  3. Dosis Obat ERYSANBE (Erythromycin / Eritromisin)
  4. Dosis Obat Erythromycin (Erythromycin / Eritromisin)
  5. DOSIS OBAT FAKTU Salep dan Supositoria
  6. DOSIS OBAT FERRIZ (Elemen Fe / Elemen Zat Besi)
DOSIS DAN ATURAN PAKAI
Tanyakan kepada dokter anda mengenai dosis dan aturan pakai Dulcolactol.

Untuk konstipasi kronis :

Dulcolactol menormalkan kembali fungsi fisiologis kolon. Oleh karena itu efek ini kadang-kadang memerlukan waktu sampai 48 jam sebelum terjadi defekasi yang normal. Dosis sekali sehari sebaiknya diminum pada waktu makan pagi. Besarnya dosis disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penderita. Informasi untuk pemakaian pada anak-anak masih sedikit sekali.

Berdasarkan informasi yang ada dianjurkan dosis sebagai berikut :
  • Dewasa. Keadaan parah : dosis awal 2 x 15 ml/hari, dosis penunjang 15 – 25 ml/hari. Keadaan sedang : dosis awal 15 – 30 ml/hari, dosis penunjang 10 – 15 ml/hari. Keadaan ringan : dosis awal 15 ml/hari, dosis penunjang 10 ml/hari.
  • Anak-anak. Usia 5 – 10 tahun : dosis awal 2 x 10 ml/hari, dosis penunjang 10 ml/hari. Usia 1 – 5 tahun : dosis awal 2 x 5 ml/hari, dosis penunjang 5 – 10 ml/hari. Di bawah 1 tahun : dosis awal 2 x 2,5 ml/hari, dosis penunjang 5 ml/hari.
Untuk pre-koma hepatik dan koma hepatik :

Dosis awal 3 kali sehari 30 – 50 ml.

Dosis penunjang disesuaikan dengan kebutuhan penderita dan harus dicegah terjadinya diare.

Catatan :

Buang air besar yang normal umumnya terjadi 48 jam setelah pemberian.

Dulcolactol dapat diminum bersama makanan atau setelah makan dan dapat dicampur dengan sari buah, air dan susu.

EFEK SAMPING
  • Diare, kehilangan cairan atau dehidrasi, hipokalemia, hipernatremia, mual, dan muntah.
  • Reaksi hipersensitivitas atau alergi.
PERINGATAN DAN PERHATIAN
Hati-hati penggunaan Dulcolactol pada ibu hamil, ibu menyusui, dan manula.

INTERAKSI OBAT
Neomisin, beberapa antibiotik lainnya, dan antasida.

KEMASAN
Dulcolactol, sirup, 10 g/15 ml, botol @ 60 ml.

KETERANGAN
Simpan di tempat kering dan sejuk. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Subscribe to receive free email updates: